This paper explores the relationship between wearing glasses and perceptions of beauty, using the Indonesian public figure Elsha Ardina as a case study. Through a mixed-methods approach combining both qualitative and quantitative data, this study investigates how glasses influence beauty perceptions and whether there is a shift in these perceptions over time, especially in the context of updated or current trends.
Para pengamat mode dan beauty vlogger sepakat bahwa kacamata membantu menciptakan ilusi wajah yang lebih tirus dan proporsional. Elsha Ardina memiliki struktur wajah oval yang lembut. Dengan kacamata (terutama model cat-eye atau square), sudut wajahnya menjadi lebih tegas. Itulah mengapa publik berkomentar cantik sekali—karena kacamata berfungsi seperti alat kontur alami untuk fotogeniknya.
The findings support the idea that glasses, as a fashion accessory, play a significant role in shaping beauty perceptions. The case of Elsha Ardina illustrates how public figures can influence and reflect beauty standards.
Istilah cantik sekali mungkin terdengar klise, namun ketika disandingkan dengan nama Elsha Ardina dan aksesori kacamata, ada elemen kejutan yang menyegarkan. Elsha, yang sebelumnya lebih sering tampil dengan gaya natural tanpa kacamata atau menggunakan lensa kontak, menunjukkan transformasi dramatis ketika mulai rutin mengunggah foto dengan berbagai model kacamata.
Professional Chic: Black or dark tortoiseshell frames are timeless and pair well with office attire like blazers or white shirts.
: Ia dikenal rajin memperbarui gaya berpakaian dan aksesorisnya, sehingga pengikutnya selalu mendapatkan inspirasi gaya baru yang segar. Optik JMTOP Kamu paling suka Elsha pakai kacamata dengan warna apa, yang transparan
Opsi 1: Gaya Elegan & Minimalis (Cocok untuk LinkedIn/Profesional)